Sudah hampir setahun aku bekerja di perantauan. Hampir setiap
malam pula sepulang kerja, aku menghabiskan waktu duduk di beranda
rumah kontrakan. Tak seperti di beranda rumahku sendiri, riuh bocah
berlarian sepulang mengaji, sapaan tetangga yang lewat, juga suara
denting wajan dan sodet tukang nasi goreng yang mangkal di depan rumah.
Seorang
perempuan berpayung hitam mengingatkanku pada ibu. Dulu, ibu kerap
bertanya, "ngapain bengong aja..?" ketika mendapatiku di beranda rumah.
Aku rindu itu, rindu pertanyaan ibu sembari duduk di sebelahku.
Tapi, aku di sini sekarang. Berteman gitar dan segelas kopi sambil memainkan serenade tentang beranda rumahku.
Ya, perantauan, jalanku menuju pulang.
#the dark city
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.