Senin, 18 Maret 2013

Serenade Beranda Rumahku

Sudah hampir setahun aku bekerja di perantauan. Hampir setiap malam pula sepulang kerja, aku menghabiskan waktu duduk di beranda rumah kontrakan. Tak seperti di beranda rumahku sendiri, riuh bocah berlarian sepulang mengaji, sapaan tetangga yang lewat, juga suara denting wajan dan sodet tukang nasi goreng yang mangkal di depan rumah.

Seorang perempuan berpayung hitam mengingatkanku pada ibu. Dulu, ibu kerap bertanya, "ngapain bengong aja..?" ketika mendapatiku di beranda rumah.
Aku rindu itu, rindu pertanyaan ibu sembari duduk di sebelahku.

Tapi, aku di sini sekarang. Berteman gitar dan segelas kopi sambil memainkan serenade tentang beranda rumahku.
Ya, perantauan, jalanku menuju pulang.




#the dark city

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.