Selasa, 22 Juni 2010

letih harapku





akkan tercapai keinginan tuk buaimu dalam kasih…
kerlingan maya buat hatiku terikat sementara
kiasan kata tak dapat tutupi luka
saat cela tlah habis masa…

rindu…

haruku tiada berarti saat berubah parau isak mimpiku
tergaris lurus kisahku yang berakhir dengan jemu

arah…

tak lekang ku mencari
dan tak puas kumenanti
saat ku terdiam di balik pencarianku,
saat ku terpatri dalam penantianku…

mimpi…

“cepat, buka matamu…” seruku dalam tidur
saat tersadar, kumengerti…
sang dewi hanyalah kilau semu dalam mimpi…

bye my memory…
bye…

cukuplah pahitku bersama bayanganku
cukuplah lelahku dalam pengharapanku
kini ku telah bersandar pada tujuanku…
pada keindahan masa depanku…
denganmu…

Minggu, 13 Juni 2010

rindu senja yang layu

Apa ini balasan atas ksetiaanku..
Apa hanya ini hasil pnantianku...
Pandainya hatimu menyimpan dia yg lain, saat q kuatkan langkah mencoba berlari menuju tempatmu berdiri...

Thanks buat semua warnamu selama ini,
meski penggalan kisah kita ini tak bsa buatku tersenyum di akhir cerita...

Mgkin kau yang trindah,
mgkin juga yang paling mnyakitkan..
Kini dustamu hancurkan semua kejujuranmu di mata, hati, juga pikirku..

Tak ada guna kupanjangkan puisi ini karna aku tau tak sdikitptn tersimpan rasa hatimu untuk kembali..

Terbanglah dewi, bersamanya yang kau puja sebagai pangeran hati..
Dari balik tirai duka ini doaku akan selalu terlantun lirih..
Sampai kau sadar betapa pedih hati sipenulis puisi
RINDU SENJA YANG LAYU
ini.