Rabu, 22 Desember 2010

ya, sahabatku


"Keretaku sudah tiba" kata gadis itu,

Gadis yang selama ini menemani berpuluh atau bahkan beratus senjaku, gadis yang selalu menyertai purnama - purnamaku, gadis yang selalu membuatku tersenyum meski semua orang memaksaku menangis,

dan....... gadis yang semalam membasahi kerah kemejaku dengan air matanya.

Terlintas kembali tatapan sayunya yang dipenuhi bulir - bulir air mata tadi malam, yang dengan tiba - tiba berkata

"Kita akan tetap bersahabat kan..?'

"Ya..." jawabku

"Selamanya ...?"

''Ya..."

"Apa kau akan tetap mengingatku ?"

"Ya..."

"Apa kita akan bertemu lagi ?"

"Ya...''

Sekali lagi dia berkata dengan nada yang mungkin lebih mirip dengan tanya, "Sahabat....?"

Akupun lagi - lagi menjawab "Ya..."

Entah kenapa semalam lidahku mendadak kelu dan hanya bisa mengucap "Ya".

Dan "Ya".... sahabatku, walaupun kini hanya separuh wajahmu yang terlihat di jendela kereta itu, walaupun sebenarnya begitu berat bagiku berkata "Ya", aku pastikan kita akan tetap bersahabat selamanya...

Dan "Ya'...., walaupun sebenarnya aku pun tak pernah tau apakah ada perbedaan antara persahabatan dan cinta........

"Ya...."

- Selamat Jalan Sahabatku....-



































Selasa, 21 Desember 2010

andai aku mengenelmu sejak dulu


Satu lagi penumpang masuk ke dalam bus jurusan cengkareng yang aku tumpangi, kali ini wajahnya tak asing, sempat hatiku berdegup kencang saat dia berjalan mendekat ke arahku, tapi entah kenapa dia berlalu begitu saja melewati tempat dudukku,

"mungkin dia tak tau" pikirku,

Atau kalaupun dia tahu, toh selama dua tahun kita menghuni sekolah yang sama tak sekalipun kita saling berbicara.

Ya....,mungkin dulu aku terlalu takut untuk mengenalmu, tapi kali ini aku coba kumpulkan seluruh keberanianku untuk menyapamu.

ternyata ada keramahan diantara tatapan matamu,

ternyata ada kehangatan canda di antara senyummu yang ku kagumi sejak dulu,

Ah... Andai aku mengenalmu sejak dulu....,

Andai aku mengenalmu sejak dulu, mungkin aku bisa leluasa menatap wajahmu,tanpa harus mencuri - curi pandang dan dengan serta merta mengalihkan pandangan saat kau melihat ke arahku,

Andai aku mengenalmu sejak dulu, mungkin kita akan banyak menghabiskan waktu sepulang sekolah, duduk di bangku kayu depan kelas, membicarakan banyak hal, tentang apa saja....

Andai aku mengenalmu sejak dulu, mungkin akan kupetik bunga rumput yang sering kulihat di belakang kelas, kuselipkan di daun telingamu, lalu kubelai rambut panjangmu sambil bertanya " Mengapa kau begitu indah.... ?"

Andai aku mengenalmu sejak dulu, mungkin kita akan melewati banyak senja bersama, dengan senyummu tentunya .....

huft...!!!Andai aku mengenalmu sejak dulu ......,

ah... tapi dulu aku terlalu penakut,

bahkan untuk sekedar menyapamu....



azy

jakarta,

201210

kapan kita jumpa lagi peri?

Jumat, 17 Desember 2010

catatan tuan hujan: rindu senja yang layu

catatan tuan hujan: rindu senja yang layu: "Apa ini balasan atas ksetiaanku.. Apa hanya ini hasil pnantianku... Pandainya hatimu menyimpan dia yg lain, saat q kuatkan langkah mencoba b..."

Senin, 06 Desember 2010

senin pagi (untuk sahabat)

Apa hari itu masih ada di kepalamu?

Ketika baju putih abu abu masih selalu kita pakai setiap pagi

hingga ketika sore kita pulang warnanya berubah coklat pekat;

berbaur keringat,

juga debu dari asap bis kota..

Coba ku ingatkan kau tentang hari itu;

senin pagi,

ya, pagi itu tak ada sedikit pun niat belajar di benak kita (terutama aku)

sebagian besar dari mereka (siswa) berjemur di halaman depan sekolah

dengan badan yang tegap, lalu patuh memberi hormat pada sang merah putih..

Tapi itu tak berlaku untuk kita,

kita lebih suka menikmati dua botol jamu cap orang tua,yang kita beli di dekat rumah salah satu guru agama yang terkenal galak.

Lalu tiap gelasnya kita nikmati dengan berbagai canda konyol khas kita

semakin sempurna dengan tiga bungkus kacang kering,

juga sekotak marllboro ligh

lalu siang pun menjelang, dengan langkah gontai dan otak kita yang mulai linglung

kita sambangi kantin kecil di samping sekolah,

hanya untuk menikmati sepiring nasi lengko,dengn taburan krupuk udang di atasnya.

Hmmm rasanya hari itu sangat menyenangkan,

dan kita pun semakin sering mengulangnya,

Tak peduli dosa, juga persetan dengan nilai pelajaran yang selalu menunjukan angka 1,2,3.

Haha..

*******

tak terasa putaran waktu telah lama meninggalkan hari itu,

kita pun sibuk dengan dunia kita masing-masing.

Semoga aroma jamu senin pagi itu masih bisa kau rasakan,

semoga nikmat nasi lengko itu tertinggal di benakmu, juga kriuk krupuknya yang renyah..

Masa putih abu-abu memang hanya cerita kemarin,

masih ada hari esok dan seterusnya...!

Begitu juga aku,

yang masih ingin menjadi sahabatmu

untuk hari esok dan selamanya..

_azy_

bangku kayu,

[20.10.10]