Senin, 18 Maret 2013

aku selalu merasa cukup


sederhana sebenarnya, hanya mangkuk-mangkuk mie ujung jalan
yang selalu kita nikmati sebelum habiskan hari..
atau terpa angin dalam cakap saat kau ada
sembari menatap lintang jingga senja..

sederhana sebenarnya, hanya genggam tangan diantara letih,
menikmati setiap inci lekuk wajahmu,
merasakan hembus nafasmu, di sini
lalu matamu, yang tak pernah kehilangan sinarnya
untuk bantu mentariku cerahkan pagi..

sederhana sebenarnya, hanya kata-kata
temani terjaga bersama
menghitung sekian detik kau tersenyum,
dan sepersekian detik merahnya pipiku..

sederhana sebenarnya, hanya kisah, senyum, kata, dan tatap
yang mengalir diantara kita untuk tetap tinggal;
tapi aku selalu merasa cukup..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.