Apa hanya ini hasil pnantianku...
Pandainya hatimu menyimpan dia yg lain, saat q kuatkan langkah mencoba berlari menuju tempatmu berdiri...
Thanks buat semua warnamu selama ini,
meski penggalan kisah kita ini tak bsa buatku tersenyum di akhir cerita...
Mgkin kau yang trindah,
mgkin juga yang paling mnyakitkan..
Kini dustamu hancurkan semua kejujuranmu di mata, hati, juga pikirku..
Tak ada guna kupanjangkan puisi ini karna aku tau tak sdikitptn tersimpan rasa hatimu untuk kembali..
Terbanglah dewi, bersamanya yang kau puja sebagai pangeran hati..
Dari balik tirai duka ini doaku akan selalu terlantun lirih..
Sampai kau sadar betapa pedih hati sipenulis puisi
RINDU SENJA YANG LAYU
ini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.